Tentang PantunGPT

Proyek final Club AI: membangun model bahasa kecil dari nol, melatihnya dengan pantun Indonesia, lalu menjalankannya langsung di browser.

Dari teks sampai pantun di layar

  1. Data. Sekitar 7.900 pantun dari dataset SAMPIRAN dibersihkan, duplikatnya dibuang, lalu dibagi menjadi data latih, validasi, dan uji. Pantun yang mirip selalu masuk bagian yang sama agar evaluasi jujur.
  2. Token. Setiap huruf, spasi, dan pergantian baris menjadi satu angka. Kosakatanya hanya32 token.
  3. Model. Transformer decoder-only dengan 4,8 juta parameter, ditulis sendiri dengan PyTorch dan dimulai dari bobot acak. Tidak memakai model pralatih atau API.
  4. Training. Di Google Colab, model belajar menebak huruf berikutnya pada ribuan pantun.
  5. Export. Model diubah ke format ONNX dan diuji agar hasilnya sama dengan PyTorch.
  6. Browser. ONNX Runtime Web (WebAssembly) menjalankan model di perangkatmu. Tokenizer dan pemilihan huruf ditulis ulang dalam TypeScript dan diuji terhadap hasil Python.

Keterbatasan

Kredit dataset

SAMPIRAN: An Indonesian Pantun Dataset, dibuat oleh Emmanuella Anggi Siallagan di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia.

Siallagan, E. A., & Alfina, I. (2023). Poetry Generation for Indonesian Pantun: Comparison Between SeqGAN and GPT-2. Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi, 16(1), 59–67.

Sesuai ketentuan dataset, salinan dataset tidak disebarkan di website atau repository ini.

Referensi